PW GP Ansor Jatim Nonaktifkan Ketua PC Ansor Bondowoso Usai Terseret Kasus Hibah
BONDOWOSO, Metaberita.com || Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bondowoso yang saat ini berstatus nonaktif, Luluk Hariadi (38), resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso. Penahanan tersebut dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana hibah dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar.
Menanggapi kasus tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyatakan bahwa pihak organisasi telah lebih dulu melakukan klarifikasi internal. Luluk disebut telah dipanggil untuk menjalani proses tabayyun guna mendengar penjelasan langsung atas persoalan yang menjeratnya.
“Beberapa waktu lalu yang bersangkutan sudah kami panggil. Dalam pertemuan itu, yang bersangkutan menyampaikan keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah,” ujar Musaffa Safril.
Meski demikian, Safril menegaskan bahwa GP Ansor menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyampaikan bahwa organisasi tidak akan melakukan intervensi terhadap penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.
Di sisi lain, PW GP Ansor Jawa Timur memastikan tetap memberikan pendampingan hukum kepada Luluk sebagai kader organisasi. Bantuan hukum tersebut, kata Safril, merupakan bagian dari prinsip organisasi dalam menjamin hak hukum setiap anggotanya hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Namun sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dan menjaga marwah GP Ansor, Safril memastikan bahwa Luluk telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua PC GP Ansor Bondowoso. Langkah tersebut diambil agar roda organisasi tetap berjalan dan tidak terganggu oleh persoalan hukum yang dihadapi individu.
Lebih lanjut, Safril memberikan peringatan keras kepada seluruh kader dan pengurus GP Ansor di Jawa Timur agar bersikap profesional dan amanah dalam mengelola dana hibah. Ia menekankan bahwa dana hibah merupakan amanah publik yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum.
“Jangan main-main dengan dana hibah, apalagi sampai digunakan untuk kepentingan pribadi. Ini pesan tegas bagi seluruh kader Ansor di Jawa Timur,” pungkas Safril.
">














Tinggalkan Balasan