Tuban, Metaberita.com – Kesabaran dan konsistensi pasangan suami istri asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil. Moh. Nasrudin (45) bersama istrinya, Hariyati (40), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, resmi mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji setelah menabung uang koin selama lebih dari satu dekade.

Pendaftaran dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu Tuban pada Rabu, 5/02/2026. Pasutri tersebut datang membawa 13 kaleng bekas biskuit yang di dalamnya berisi uang logam pecahan Rp1.000.

Uang koin tersebut merupakan hasil tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari penghasilan sehari-hari. Nasrudin mengungkapkan, kebiasaan menabung bermula dari pengalaman sederhana saat menyisihkan uang receh sisa belanja dan hasil kerjanya di pasar.

“Awalnya hanya dari uang seribuan yang kami simpan. Lama-kelamaan terkumpul banyak. Prosesnya panjang, kurang lebih 11 tahun,” ujar Nasrudin.

Dari hasil penghitungan pihak bank, total tabungan pasangan tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp60 juta. Dana itu kemudian digunakan untuk melengkapi persyaratan pendaftaran haji sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski dalam perjalanannya sempat menghadapi kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, Nasrudin mengaku niat kuat untuk menunaikan ibadah haji membuatnya dan sang istri tetap menjaga tabungan tersebut agar tidak terpakai.

Dengan berhasilnya proses pendaftaran, ia berharap pengalamannya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat lain. Menurutnya, menabung dari penghasilan kecil sekalipun tetap memungkinkan jika dilakukan secara rutin dan konsisten.

">

Branch Manager BSI KCP Tuban, Riyanto, membenarkan adanya pendaftaran haji menggunakan uang koin tersebut. Ia menyebut, pihak bank langsung memberikan pelayanan sesuai prosedur meskipun bentuk uang yang dibawa berbeda dari biasanya.

“Pada prinsipnya kami tidak membedakan nasabah. Semua bentuk simpanan tetap kami layani dengan maksimal,” kata Riyanto.

Untuk memastikan jumlah uang secara akurat, pihak bank melibatkan sejumlah petugas dalam proses penghitungan. Langkah ini dilakukan demi ketelitian dan kenyamanan nasabah.

Riyanto menilai peristiwa tersebut sebagai pengalaman yang jarang ditemui. Selama bertugas di dunia perbankan, ia mengaku baru pertama kali melayani pendaftaran haji dengan tabungan berupa uang koin dalam jumlah besar.

“Ini pengalaman pertama bagi saya. Kegigihan mengumpulkan koin demi koin sampai bisa mendaftar haji, apalagi suami istri, benar-benar luar biasa,” pungkasnya. (Abbas/Metaberita)