Pemprov Jatim Libatkan 9 Sekolah untuk Lokasi Transit Jemaah Mujahadah Kubro NU di Malang
Surabaya, Metaberita.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan Stadion Gajayana, Kota Malang, sebagai lokasi pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026.
Untuk menunjang kenyamanan puluhan ribu jemaah yang diperkirakan hadir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah titik transit berupa gedung sekolah dan fasilitas milik pemprov di sekitar area stadion. Lokasi-lokasi tersebut disiapkan sebagai tempat istirahat sekaligus pusat layanan jemaah.
“Di lokasi transit sudah disiapkan dapur umum dan ruang istirahat agar para jemaah bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Sedikitnya sembilan sekolah menengah di kawasan sekitar Stadion Gajayana akan difungsikan sebagai titik transit, antara lain SMKN 2 Kota Malang, SMAN 8, SMKN 3, SMA Panjura, SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang, SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 4 Kota Malang. Selain itu, Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.
Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan lokasi dan aspek teknis penyelenggaraan pada Rabu (4/2/2026). Peninjauan tersebut mencakup pengaturan arus jemaah, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana penunjang keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Sebagai tuan rumah, kami ingin memastikan seluruh tamu yang hadir merasa aman dan nyaman sejak kedatangan hingga kegiatan selesai,” katanya.
Menurut Khofifah, Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini rencananya juga akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. “Insya Allah, Bapak Presiden direncanakan hadir,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 ribu jemaah diperkirakan akan mengikuti mujahadah bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Doa-doa akan dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan perlindungan bagi NU, Jawa Timur, dan bangsa Indonesia agar senantiasa berada dalam keberkahan.
">“Mujahadah Kubro ini merupakan ikhtiar batiniah yang sangat penting. Harapannya, doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” tutur Khofifah.
Ia menambahkan, momentum peringatan 1 Abad NU menjadi refleksi atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan, merawat nilai-nilai kebangsaan, serta menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Karena itu, Mujahadah Kubro diharapkan tidak hanya memperkuat spiritualitas warga Nahdliyin, tetapi juga meneguhkan peran NU sebagai pilar penting dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. (AL/Metaberita)















Tinggalkan Balasan