Malang, Metaberita.com – Mujahadah Kubro menjadi agenda puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu hingga Minggu, 7–8 Februari 2026. Kegiatan akbar ini diproyeksikan dihadiri ratusan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.

Lonjakan kehadiran jemaah membuat Kota Malang bersiap penuh. Pemerintah Kota Malang memastikan seluruh aspek teknis telah dimatangkan, mulai dari pengamanan kawasan stadion, pengaturan arus lalu lintas, penyediaan kantong parkir, penetapan titik transit, hingga pengaturan area naik-turun penumpang (drop zone).

Langkah tersebut ditempuh guna menjamin kelancaran, kenyamanan, serta keselamatan jemaah selama pelaksanaan Mujahadah Kubro yang berlangsung dua hari penuh.

Rangkaian Acara Dua Hari

Agenda Mujahadah Kubro dimulai sejak Sabtu malam dan berlanjut hingga Minggu siang.

Pada Sabtu, 7 Februari 2026, jemaah mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Selanjutnya, pada pukul 24.00–02.00 WIB, digelar Khotmil Quran 99 khataman yang dilanjutkan dengan rangkaian salat malam.

Memasuki Minggu, 8 Februari 2026, jemaah mulai memasuki area Stadion Gajayana sejak pukul 01.00 WIB. Salat Subuh berjemaah dilaksanakan di dalam stadion pada pukul 04.00–05.00 WIB.

Acara inti Harlah Satu Abad NU berlangsung pada pukul 06.00–09.00 WIB, meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, sambutan Ketua PWNU Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, taujihad dari Mustasyar PWNU Jatim atau Rais Aam PBNU, sambutan Presiden Republik Indonesia, doa, hingga penutupan.

">

Usai rangkaian acara, jemaah dijadwalkan meninggalkan Kota Malang secara bertahap mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Jumlah Jemaah Tembus 100 Ribu

Antusiasme warga Nahdliyin tercermin dari jumlah pendaftar yang terus meningkat. Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM Faqih, menyebut hingga H-2 pelaksanaan, jumlah jemaah tercatat mencapai lebih dari 104 ribu orang.

“Hingga dua hari sebelum acara, jamaah yang terdata mencapai 104.541 orang atau sekitar 105 ribu jamaah. Mereka datang menggunakan lebih dari 1.100 bus serta ribuan kendaraan lainnya,” ujar Faqih, Jumat (6/2/2026), dikutip dari Antara.

Dari total tersebut, sekitar 77.541 jemaah berasal dari PCNU se-Jawa Timur. Sementara lebih dari 27 ribu lainnya merupakan warga Muslimat NU. Para jemaah menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor.

Skema Khusus Antisipasi Kepadatan

Panitia menyiapkan pengaturan khusus mengingat keterbatasan kapasitas Stadion Gajayana. Secara konstruksi, tribun stadion hanya mampu menampung sekitar 35 ribu orang.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim, Masykuri Bakri, menjelaskan bahwa puluhan ribu jemaah lainnya akan mengikuti kegiatan dari luar stadion. Untuk mendukung hal tersebut, panitia menambah jumlah videotron di berbagai titik sekitar stadion hingga radius kurang lebih tiga kilometer.

“Videotron kami siapkan di banyak titik agar jamaah di luar stadion tetap bisa mengikuti rangkaian acara dengan khidmat,” ujar Masykuri.

Selain itu, jemaah dibagi ke dalam sembilan zona yang masing-masing dikoordinatori satu person in charge (PIC) dari PWNU Jatim. Koordinasi lapangan diperkuat dengan keterlibatan 45 ketua rombongan serta narahubung lokal.

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas melibatkan Polda Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya, serta Dinas Perhubungan setempat.

Penutup Rangkaian Harlah Satu Abad NU

Mujahadah Kubro menjadi penutup dari rangkaian panjang peringatan Harlah Satu Abad NU yang telah dimulai sejak awal Januari 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kick off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026. Agenda dilanjutkan dengan ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur pada 24 Januari, Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari, serta pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026.

PWNU Jawa Timur juga menggelar kegiatan penguatan ekonomi dan pemberdayaan generasi muda melalui Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, pada 5–7 Februari 2026.

Sementara itu, LKKNU-RMI turut menyelenggarakan program parenting dan pesantren sehat di sejumlah daerah, seperti Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, hingga Banyuwangi, yang berlangsung sejak 27 Januari hingga 15 Februari 2026. (AL/Metaberita)