Bangkalan, Metaberita.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan bolos sekolah saat razia penertiban pada Senin (9/2/2026). Operasi menyasar lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat nongkrong pelajar saat jam belajar berlangsung.

Salah satu temuan terjadi di kawasan wisata Pantai Gladak Lanjang. Petugas mendapati sepasang pelajar yang masih mengenakan seragam putih abu-abu sedang berada di tepi pantai. Keduanya langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Satpol PP Bangkalan, Moh Hasbullah, mengatakan razia dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan pelanggaran disiplin di kalangan pelajar.

“Kami menemukan sepasang pelajar berseragam sekolah sedang berduaan di Pantai Gladak Lanjang saat jam pelajaran berlangsung,” ujar Hasbullah.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui keduanya berkenalan melalui media sosial dan sengaja membuat janji bertemu. Mereka berpamitan kepada orang tua seolah berangkat sekolah, namun justru memilih membolos.

“Menurut pengakuan mereka, awalnya saling kenal lewat media sosial, lalu janjian bertemu. Orang tua mereka mengira berangkat sekolah,” jelasnya.

Penertiban juga dilakukan di sekitar Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan dua siswi yang sedang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah.

“Selain di pantai, kami juga menjaring pelajar di sekitar stadion. Total ada tiga siswi dan satu siswa yang kami amankan hari ini,” kata Hasbullah.

">

Seluruh pelajar kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberikan pembinaan. Satpol PP juga menghubungi pihak sekolah serta orang tua atau wali murid untuk menjemput langsung anak-anak mereka.

“Kami data semuanya dan langsung berkoordinasi dengan sekolah serta orang tua. Tujuannya agar ada pengawasan bersama,” tegasnya.

Hasbullah menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membimbing pelajar agar tidak mengulangi tindakan serupa. Ia mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan fondasi penting bagi masa depan anak.

“Kami ingatkan mereka supaya tidak mengulangi perbuatan ini dan fokus belajar. Masa depan mereka ditentukan oleh pilihan yang dibuat hari ini,” pungkasnya. (Nur/Metaberita)