Jakarta, Metaberita.com – Situasi tegang terjadi di kantor pusat Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang berlokasi di Jalan Salemba Tengah, Senen, Jakarta Pusat, Kamis dini hari (12/2/2026). Kericuhan dipicu konflik internal terkait hasil pemilihan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Maluku.

Peristiwa berlangsung sejak sekitar pukul 00.00 WIB hingga menjelang subuh. Sejumlah massa mendatangi sekretariat dan menyuarakan keberatan atas keputusan pemilihan ulang yang digelar secara daring oleh pengurus pusat. Dalam aksi tersebut, terjadi ketegangan yang berujung pada perusakan fasilitas gedung dan pembakaran material di halaman kantor.

Keributan ini merupakan buntut dari polemik hasil Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) VIII Maluku yang sebelumnya digelar di Ambon pada 28 November 2025. Berdasarkan hasil forum tersebut, Amarudin Lusubun dinyatakan sebagai ketua terpilih secara administratif di tingkat wilayah.

Namun, PB PMII kemudian menyelenggarakan pemilihan ulang melalui rapat virtual pada 10 Februari 2026. Dalam forum daring itu, Bayu ditetapkan sebagai Ketua PKC Maluku periode 2025–2027. Keputusan inilah yang memicu penolakan dari kubu Amarudin karena dinilai bertentangan dengan mekanisme organisasi.

Dalam keterangannya di lokasi, Amarudin menyebut pihaknya telah berupaya membangun komunikasi dengan pengurus pusat, namun merasa tidak memperoleh respons yang memadai.

Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama jajaran Polsek Senen segera turun tangan untuk mengamankan situasi. Petugas melakukan pendekatan persuasif dan memfasilitasi dialog antara massa dan perwakilan pengurus pusat guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Menjelang dini hari, perwakilan PB PMII menemui massa dan meminta agar aksi perusakan dihentikan demi menjaga keamanan bersama. Aparat juga mengingatkan bahwa penyelesaian konflik internal organisasi seharusnya dilakukan melalui mekanisme musyawarah tanpa mengganggu ketertiban umum.

Massa aksi memberikan batas waktu 1×24 jam kepada Ketua Umum PB PMII untuk merespons tuntutan mereka. Tiga poin utama yang disampaikan antara lain pembatalan hasil pemilihan daring, pengakuan atas hasil Konkoorcab Ambon, serta permintaan klarifikasi langsung dari pimpinan pusat.

">

Hingga Kamis pagi, situasi di sekitar Jalan Salemba Tengah dilaporkan telah kondusif. Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan penjagaan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.

Pihak kepolisian berharap polemik internal tersebut dapat segera diselesaikan secara damai agar tidak berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. (Abd Qadir/Metaberita)