Metaberita.com – Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola makan dan aktivitas harian. Bagi sebagian orang, rasa lapar saat berpuasa menjadi tantangan utama, terutama pada hari-hari awal. Ahli gizi menyebut, rasa lapar sebenarnya dapat dikelola melalui pengaturan menu sahur dan kebiasaan selama berpuasa.

Konsumsi makanan yang tepat saat sahur berperan penting dalam menjaga energi sepanjang hari. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, dan roti gandum dinilai mampu memberikan rasa kenyang lebih lama karena dicerna secara perlahan. Sementara itu, asupan protein dari telur, tahu, tempe, ayam, dan kacang-kacangan membantu menstabilkan energi tubuh.

Selain itu, lemak sehat dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun juga dianjurkan untuk mendukung pelepasan energi yang lebih stabil. Kebutuhan cairan tidak kalah penting. Disarankan minum dua hingga tiga gelas air saat sahur untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah rasa lapar dan lemas di siang hari.

Selama berpuasa, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat yang menguras energi. Mengalihkan perhatian melalui pekerjaan, membaca, atau aktivitas ibadah ringan dapat membantu mengurangi fokus terhadap rasa lapar. Istirahat yang cukup juga berpengaruh, karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon pemicu rasa lapar.

Saat berbuka puasa, pola makan yang seimbang tetap perlu dijaga. Pakar kesehatan mengingatkan agar tidak “balas dendam” dengan makan berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa lapar lebih cepat pada keesokan harinya. Makanan terlalu manis, berlemak, dan asin sebaiknya dibatasi karena berpotensi memicu rasa haus dan penurunan energi secara drastis.

Dengan pengaturan pola makan dan aktivitas yang tepat, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman. Kesadaran menjaga keseimbangan nutrisi menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah Ramadan. (*)