Setelah di kabarkan Meninggal, Netanyahu versi AI Tampil kepermukaan
Metaberita.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, muncul dalam konferensi pers pada 12 Maret 2026 untuk menanggapi berbagai isu yang berkembang. Namun, kemunculan tersebut justru memicu spekulasi di media sosial setelah beredar klaim yang menyebut dirinya telah meninggal dunia.
Isu tersebut bermula dari potongan video konferensi pers yang kemudian viral di berbagai platform, termasuk X. Sejumlah pengguna menyoroti bagian tertentu dari video yang dianggap janggal, yakni ketika Netanyahu menggerakkan tangannya saat berbicara. Mereka menilai tangan kanan Netanyahu tampak memiliki enam jari, sehingga memunculkan dugaan bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Beberapa unggahan bahkan menyebut kemunculan Netanyahu dalam video itu hanya rekayasa digital untuk menutupi kabar kematiannya. Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kondisi pemimpin Israel tersebut.
Meski demikian, setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Jika diperhatikan secara lebih cermat, tangan Netanyahu dalam video tersebut sebenarnya terlihat normal. Efek pencahayaan serta sudut pengambilan gambar diduga membuat sebagian telapak tangan tampak menyerupai jari tambahan.
Rekaman lengkap konferensi pers itu juga memperlihatkan Netanyahu berinteraksi secara langsung dengan para jurnalis melalui sambungan video. Sepanjang sesi tanya jawab, ia terlihat beberapa kali menggunakan gestur tangan saat menjelaskan berbagai pertanyaan, tanpa menunjukkan kejanggalan apa pun.
Sejumlah media internasional turut melaporkan jalannya konferensi pers tersebut dan tidak menemukan indikasi bahwa video itu dimanipulasi atau dibuat menggunakan teknologi AI. Fakta ini memperkuat bahwa kabar yang menyebut Netanyahu telah meninggal dunia tidak benar.
Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial mengenai kematian Netanyahu yang didasarkan pada dugaan “enam jari” dalam video tersebut dapat dikategorikan sebagai informasi yang menyesatkan atau hoaks.















Tinggalkan Balasan