Metaberita.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan solidaritas kepada Iran yang tengah menghadapi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Sikap tersebut disampaikan saat dirinya bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi, di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungan ke kediaman Dubes Iran itu, Gus Yahya didampingi Ketua PBNU Rumadi serta dua Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ginanjar Sya’ban dan Najib Azca. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana halal bihalal Idulfitri tersebut dimanfaatkan kedua pihak untuk bertukar pandangan terkait perkembangan situasi di Iran yang semakin memanas.

Gus Yahya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas penderitaan masyarakat Iran akibat konflik yang berkepanjangan. Ia menilai dampak perang tidak hanya dirasakan secara domestik oleh Iran, tetapi juga berpotensi meluas dan memengaruhi negara lain, termasuk Indonesia.

“Hati dan jiwa kami bersama bangsa Iran,” ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, eskalasi konflik yang terus berlangsung dapat mengganggu stabilitas global sekaligus mengancam hak kemerdekaan bangsa-bangsa di masa depan. Karena itu, ia mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat komunikasi diplomatik dengan Iran guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Ia juga menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama untuk terus mengampanyekan perdamaian di tingkat internasional. Upaya tersebut, kata dia, penting untuk memulihkan ketertiban dunia yang terdampak oleh konflik bersenjata.

“Kampanye perdamaian dan penghentian perang akan terus kami suarakan. Ketertiban dunia harus segera dipulihkan,” tegasnya.

Selain dorongan diplomasi, PBNU turut menyatakan kesiapan menggalang aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat Iran yang terdampak konflik. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban kemanusiaan di tengah situasi yang masih belum mereda. (All) 

">