Fenomena Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Musim Kemarau Panjang
PAMEKASAN, Metaberita.com – Fenomena lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari atau Sun Halo terlihat di langit Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Jumat (3/4). Kemunculan cincin putih di sekitar matahari tersebut menarik perhatian warga dan memicu beragam spekulasi terkait perubahan cuaca.
Sejumlah warga menilai kemunculan halo matahari yang terjadi secara berkala itu menjadi pertanda akan datangnya kondisi cuaca ekstrem. Ruslan (42), warga Pakong, mengatakan fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan perubahan suhu yang cukup signifikan, yakni cuaca panas pada siang hari dan suhu yang lebih dingin saat malam.
“Biasanya ini dianggap tanda masuk musim kemarau. Siang hari terasa sangat panas, sementara malamnya lebih dingin,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Samsulla (40), warga setempat. Ia menilai fenomena tersebut bukan hal baru, terutama menjelang musim kemarau. Menurutnya, masyarakat, khususnya petani tembakau, justru melihat kemunculan halo matahari sebagai sinyal positif.
“Kalau muncul seperti ini biasanya kemarau cukup panjang. Bagi petani tembakau, kondisi tersebut dianggap baik karena mendukung kualitas hasil panen,” katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa sun halo terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal es yang terdapat pada awan cirrus di ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer. Fenomena ini umumnya muncul saat cuaca cerah dengan keberadaan awan tipis di lapisan atas atmosfer.
BMKG menambahkan, cincin matahari atau solar halo merupakan fenomena alam yang relatif sering terjadi dan tidak berbahaya. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak menatap matahari secara langsung karena dapat menyebabkan silau dan berisiko bagi kesehatan mata. (All)















Tinggalkan Balasan