PAMEKASAN | Metaberita.com – Masyarakat Pantura Pamekasan beberapa hari terakhir digegerkan oleh kabar kepindahan salah satu tokoh berpengaruh, Kiai Al-Anwarie, yang secara resmi meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP). Kepindahan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan kalangan politik lokal.

Kiai Al-Anwarie merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan periode 2019–2024. Selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga memiliki pengaruh kuat di wilayah Pantura, sehingga langkah politiknya dinilai berdampak terhadap dinamika politik lokal.

Menanggapi kepindahannya tersebut, Kiai Al-Anwarie menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya tidak dilandasi motif tertentu, apalagi kepentingan pribadi. Ia menegaskan pilihannya murni berdasarkan penilaian terhadap kerja dan perjuangan partai politik di Madura.

“Saya gak punya motif apa-apa. Semata-mata melihat perjuangan PDIP, khususnya di Madura, lebih nyata dari partai-partai yang lain,” ujarnya kepada metaberita.com, Sabtu, 27 Desember 25.

Menurutnya, PDIP dinilai lebih konsisten dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kerja-kerja nyata partai tersebut, kata dia, lebih dirasakan langsung oleh masyarakat Madura dibandingkan partai-partai lainnya.

Kepindahan mantan legislator Pamekasan ini dinilai menambah kekuatan politik PDIP di Pamekasan Khususnya di Pantura. Sejumlah pengamat lokal menilai langkah tersebut juga menjadi sinyal pergeseran dukungan politik tokoh-tokoh Pantura menjelang kontestasi politik ke depan.