PAMEKASAN | Metaberita.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasean, Kabupaten Pamekasan, menyelenggarakan Konferensi MWCNU di Pondok Pesantren Annidamiyah pada Ahad (28/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus NU, badan otonom, serta pengurus ranting se-Kecamatan Pasean.

Dalam forum konferensi tersebut, ditetapkan lima tokoh sebagai Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni KH Hanif Multazim, KH Afandi, KH Abdur Rosyid, KH Yusuf, dan Kiai Muhaidi. Melalui musyawarah AHWA, disepakati kembali KH Zainuddin untuk melanjutkan amanah sebagai Rais Syuriyah MWCNU Pasean untuk periode kedua.

Sementara itu, jabatan Ketua MWCNU Pasean kembali dipercayakan kepada Kiai Abd Rasad secara aklamasi untuk masa khidmah 2025–2030.

Konferensi MWCNU Pasean ini turut dihadiri Sekretaris PCNU Pamekasan, KH Ahmad Dahlan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas soliditas dan antusiasme pengurus MWCNU serta seluruh pengurus ranting NU di Kecamatan Pasean.

“Semangat berkhidmah yang ditunjukkan oleh MWCNU Pasean dan ranting-rantingnya sangat luar biasa. Semoga ke depan tetap istiqamah dan semakin aktif dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ketua terpilih, Kiai Abd Rasad, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus ranting yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin MWCNU Pasean. Ia berharap dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen NU dalam setiap kegiatan ke-NU-an di tingkat kecamatan.

Ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan dalam organisasi. Menurutnya, NU harus dijalankan dengan semangat kolektif, bukan individualistik.

“Kita perlu meninggalkan sikap ‘aku’ dan menguatkan sikap ‘kita’. Jika yang dikedepankan adalah ‘aku’, seolah ada yang paling hebat. Namun jika yang dikembangkan adalah ‘kita’, maka akan tumbuh sikap saling mendukung, saling menguatkan, dan tidak saling menjatuhkan,” tuturnya.

">

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, budaya saling mencari kesalahan hanya akan melemahkan organisasi.

Lebih lanjut, Kiai Abd Rasad menegaskan bahwa konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali fikrah, harakah, dan ubudiyah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

“Tantangan NU ke depan semakin kompleks. Karena itu, NU harus kuat secara jam’iyyah. Tidak mungkin jamaah NU akan berdaya jika jam’iyyah-nya lemah. NU didirikan oleh para muassis untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen NU di Kecamatan Pasean untuk menjaga dan merawat warisan para pendiri NU agar organisasi ini tetap menjadi rahmat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Acara konferensi ini turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Annidamiyah selaku tuan rumah, Kiai Muhaidi, serta sejumlah tokoh NU dan badan otonom, di antaranya KH Hanif Multazim, KH Afandi, KH Abdur Rosyid, KH Yusuf, Ustaz Fauzan, Lora Muhalli, Gus Akhmad Fauzi (Ketua PAC GP Ansor Pasean), Aliyansah (Ketua PAC IPNU Pasean), jajaran Fatayat NU, Muslimat NU, IPPNU, serta seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Pasean.