PAMEKASAN, Metaberita.com – Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Pamekasan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, dan berdampak langsung pada terputusnya akses jalan kampung yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Badan jalan mengalami retakan memanjang dan pergeseran tanah hingga membuat jalur tersebut tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Jalan ini diketahui merupakan satu-satunya akses penghubung antara Dusun Laok Kunong Barat dan Dusun Laok Kunong Timur, sehingga penutupannya memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Imamuddin mengungkapkan, tanda-tanda longsor sejatinya sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya. Hujan gerimis yang turun sejak Selasa malam, 13/01/2026 disebut berlangsung cukup lama dan membuat kondisi tanah semakin rapuh.

“Hujan gerimis itu awet sejak Selasa malam. Kamis hujan turun lagi sampai Jumat. Di hari Jumat 16/01/2026 inilah longsornya semakin parah hingga akhirnya menutup seluruh badan jalan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, longsor tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga antar dusun, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya akses menuju pasar.

“Kalau untuk ke pasar memang masih ada jalan lain, tapi jaraknya sangat jauh kalau tidak lewat jalan ini. Padahal, jalan ini akses utama warga,” jelasnya.

Sementara itu Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan bergerak cepat dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian. Laporan diterima pada Jumat siang melalui foto dan video yang dikirimkan warga.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul sebelas lewat dua puluh lima menit. Dari dokumentasi awal, kondisi di lokasi dinilai cukup mengkhawatirkan.

">

“Kami menerima laporan sekitar pukul sebelas lewat dua puluh menit. Jalan kampung terlihat mengalami retak dan bergeser akibat pergerakan tanah, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. Tim sudah kami kerahkan untuk melakukan asesmen lapangan,” ujarnya.

BPBD menduga longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah utara Pamekasan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat.

Selain merusak akses jalan, longsor juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas area terdampak serta potensi ancaman lanjutan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan. Warga diminta sementara waktu tidak melintasi area longsor dan menggunakan jalur alternatif demi keselamatan bersama.