Warga Palengaan Daja Laporkan Kondisi Jembatan Rusak ke Wapres Gibran
Metaberita.com || Seorang warga Dusun Lancaran, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendatangi Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026). Kedatangan warga bernama Moh. Wasil itu bertujuan menyampaikan pengaduan terkait kebutuhan pembangunan jembatan di wilayahnya.
Wasil tiba di Kantor Sekretariat Wakil Presiden sekitar pukul 10.30 WIB. Ia kemudian menyerahkan berkas pengaduan melalui kanal resmi “Lapor Mas Wapres” yang ditujukan langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
“Saya sengaja datang langsung ke Jakarta untuk menyampaikan kondisi jembatan di desa kami yang sudah lama tidak layak,” ujar Wasil kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Menurut Wasil, proses pengaduan berlangsung relatif cepat. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, laporan yang disampaikan telah diterima dan tercatat secara resmi dengan nomor pengaduan 6373947.
Dalam laporannya, Wasil menjelaskan bahwa jembatan utama yang menghubungkan Desa Palengaan Daja dengan desa-desa sekitar sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian pembangunan dari pemerintah. Selama ini, kata dia, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang dibangun secara swadaya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut sangat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Saat musim hujan dan sungai meluap, akses jembatan tidak dapat dilalui sehingga puluhan siswa terpaksa tidak berangkat sekolah.
“Kurang lebih ada 40 siswa yang tidak bisa bersekolah saat banjir karena jembatan tidak bisa dilewati,” ungkapnya.
Wasil juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada jembatan permanen di lokasi tersebut. Namun, jembatan itu rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi sejak tahun 2023 karena kondisi bangunan yang sudah rapuh.
">Sejak saat itu, warga terpaksa membangun jembatan bambu dengan keterbatasan biaya. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur utama aktivitas masyarakat, mulai dari akses ke pasar, ke desa lain, hingga jalur menuju SDN Palengaan Daja 1.
“Kalau hujan deras, sungai pasti banjir dan jembatan sama sekali tidak bisa dilewati,” tambahnya.
Melalui pengaduan tersebut, Wasil berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dan solusi konkret agar masyarakat memperoleh fasilitas jembatan yang aman dan layak digunakan.
Ia menuturkan, kedatangannya ke Jakarta juga membawa harapan besar dari warga setempat agar kanal pengaduan yang disediakan Wakil Presiden benar-benar memberikan kepastian kebijakan.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah pusat, supaya masyarakat bisa memiliki akses yang memadai,” katanya.
Wasil mengaku telah menerima tanda terima resmi dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden dan menyatakan kesiapannya untuk melengkapi dokumen pendukung yang dibutuhkan.
Sementara itu, Camat Palengaan, Muzanni, membenarkan bahwa pembangunan jembatan tersebut untuk sementara belum dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan anggaran, baik di tingkat desa maupun kabupaten.
“Kami mendukung dan berharap ada kabar baik dari pemerintah pusat terkait pengaduan ini,” ujar Muzanni singkat.















Tinggalkan Balasan