Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Usai Larangan Penggunaan Pangkalan Militer
Metaberita.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman untuk menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol. Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Spanyol menolak memberikan izin kepada militer AS menggunakan pangkalan di wilayahnya untuk operasi serangan terhadap Iran.
Trump menyampaikan kritik keras kepada Spanyol saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz. Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia menilai sikap Madrid sangat mengecewakan.
Menurut Trump, Washington bahkan mempertimbangkan langkah ekstrem dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan Spanyol.
“Kami tidak ingin lagi memiliki hubungan dagang dengan Spanyol,” ujarnya seperti dikutip dari laporan media internasional, Rabu (4/3/2026).
Spanyol Tegaskan Sikap: Menolak Perang
Menanggapi ancaman tersebut, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam konflik yang berpotensi memperburuk situasi global.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional, Sanchez menegaskan posisi pemerintahannya secara singkat: menolak perang.
Ia menegaskan bahwa kebijakan Spanyol tidak akan berubah hanya karena adanya tekanan atau ancaman dari negara lain.
">Sanchez menyatakan pemerintahnya tidak ingin mengambil bagian dalam langkah yang dianggap merugikan dunia serta bertentangan dengan nilai dan kepentingan nasional Spanyol.
Ia juga menilai banyak negara serta masyarakat di berbagai wilayah dunia memiliki pandangan serupa yang menolak eskalasi konflik.
Menurutnya, jutaan orang di Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah tidak menginginkan perang baru maupun ketidakpastian global yang lebih besar.
Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai Serang Iran
Sebelumnya, pemerintah Spanyol secara terbuka mengkritik operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Madrid juga melarang penggunaan pangkalan militer gabungan di wilayahnya untuk mendukung serangan tersebut.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyatakan bahwa sejumlah pesawat militer Amerika telah dipindahkan dari pangkalan di Spanyol setelah larangan itu diberlakukan.
Dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Armilla pada Senin (2/3), Robles menegaskan bahwa setiap operasi militer yang melibatkan fasilitas di Spanyol harus mengikuti ketentuan hukum internasional.
Ia menambahkan bahwa instalasi militer di wilayah Spanyol hanya dapat digunakan untuk tujuan kemanusiaan dan bukan untuk mendukung operasi tempur.
Robles juga menegaskan bahwa pangkalan militer di Spanyol tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran yang terjadi pada 28 Februari lalu.
Hak Spanyol Berdasarkan Perjanjian 1953
Kebijakan tersebut didasarkan pada perjanjian kerja sama militer antara Spanyol dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada tahun 1953. Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah Spanyol memiliki kewenangan untuk menentukan penggunaan pasukan dan fasilitas militer AS yang berada di wilayahnya.
Meski menolak penggunaan pangkalan untuk operasi militer, Robles menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berarti Spanyol mendukung pemerintah Iran.
Ia bahkan menyebut rezim di Iran sebagai pemerintahan yang otoriter dan bermasalah.
Namun demikian, Robles menekankan bahwa konflik tidak seharusnya diselesaikan melalui kekerasan.
“Solusi tidak pernah bisa ditemukan melalui penggunaan kekuatan militer,” tegasnya.















Tinggalkan Balasan