Temmo Kerrong Pondok Pesantren Darul Amin Jadi Ajang Silaturahmi dan Mengingat Wasiat Abuya
PAMEKASAN, Metaberita.com – Pondok Pesantren Darul Amin Waru Barat, Pamekasan menggelar agenda tahunan Temmo Kerrong pada Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Musolla Pondok Pesantren Darul Amin Putra tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran para alumni dari berbagai daerah.
Momentum temu kangen antara pengasuh, santri, dan para alumni ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan almarhum Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin dalam membangun serta membina Pondok Pesantren Darul Amin.
Dalam kesempatan tersebut, Lora Zakki, putra dari almarhum Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para alumni dan santri yang hadir. Mengawali sambutannya, ia menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jamaah.
“Minal aidin wal faizin, taqabbalallahu minna wa minkum. Segala perbuatan yang telah kalian lakukan kepada kami, semuanya sudah kami maafkan,” ujar Lora Zakki dalam dawuhnya.
Dalam sambutannya, Lora Zakki menyampaikan beberapa pesan penting. Pertama, ia mengimbau para alumni untuk terus mendukung perkembangan lembaga pendidikan Darul Amin dengan menyekolahkan putra-putri mereka di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Amin. Menurutnya, kemajuan sebuah pondok pesantren sangat bergantung pada solidaritas serta kepedulian para alumninya terhadap lembaga tempat mereka menimba ilmu.
Kedua, Lora Zakki kembali mengingatkan wasiat almarhum Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin tentang pentingnya istiqamah dalam melaksanakan amalan Khotmil Dala’ilul Khairat. Ia menegaskan bahwa amalan tersebut harus tetap dijaga keberlangsungannya meskipun yang hadir hanya satu atau dua orang.
“Walaupun hanya satu atau tiga orang yang hadir, amalan ini harus tetap dilaksanakan sebagaimana wasiat Abuya,” ungkapnya.
Ketiga, ia juga menyampaikan rencana untuk mencetak kitab Dala’ilul Khairat versi Darul Amin. Hal ini dilakukan karena menurutnya setiap pondok pesantren memiliki sanad yang berbeda dalam pengamalan Dala’ilul Khairat.
">“Darul Amin dikenal dengan amalan Dala’ilul Khairat. Karena itu kami akan mencetaknya dengan versi Darul Amin, sebab sanad dalam amalan tersebut berbeda-beda di setiap pondok,” jelasnya.
Selain itu, Lora Zakki juga menyampaikan rencana untuk membukukan Wirdur Rozaq, yaitu kumpulan catatan amalan yang ditulis langsung oleh almarhum Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin. Catatan tersebut akan disusun menjadi sebuah kitab agar amalan yang diwariskan Abuya tetap terjaga dan terus diamalkan oleh para santri.
Ia juga berencana menulis buku tentang riwayat hidup Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin sebagai bentuk penghormatan sekaligus dokumentasi sejarah perjuangan beliau dalam membangun Pondok Pesantren Darul Amin.
Pada kesempatan yang sama, Lora Zakki menyampaikan bahwa yang akan melanjutkan perjuangan Abuya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin adalah saudaranya, Lora Muzammil Abd Razaq. Hal tersebut, menurutnya, merupakan amanah yang telah disampaikan oleh Abuya sebelum wafat.
Acara Temmo Kerrong yang juga dikenal dengan sebutan “Liqo’ul Ahbab” (لقاء الأحباب) tersebut berlangsung penuh kehangatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pesantren dan para alumni, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga serta melanjutkan perjuangan dan amalan yang diwariskan oleh almarhum Abuya KH. Abd Razaq Syafiuddin di Pondok Pesantren Darul Amin.















Tinggalkan Balasan