Bantah Stigma Premanisme, Madas Paparkan Peran Sosial dan Layanan Ambulans
Metaberita.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (Ormas Madas), Moh Taufik, memberikan klarifikasi terkait berbagai sorotan publik terhadap organisasinya. Ia merasa perlu meluruskan persepsi yang berkembang agar masyarakat memahami tujuan dan arah gerakan Madas secara utuh.
Taufik menegaskan bahwa Madas merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial, bukan kelompok yang mengarah pada tindakan premanisme sebagaimana tudingan yang kerap muncul. Menurutnya, citra negatif tersebut tidak mencerminkan aktivitas nyata yang selama ini dijalankan.
Ia menyampaikan bahwa seluruh anggota Madas berkomitmen pada pengabdian sosial. Kegiatan yang dilakukan difokuskan pada upaya membantu masyarakat luas tanpa memandang latar belakang tertentu.
Salah satu bentuk kontribusi nyata Madas adalah layanan ambulans. Saat ini, organisasi tersebut mengoperasikan setidaknya 14 unit ambulans yang siap melayani kebutuhan masyarakat, baik di Jawa Timur maupun di wilayah lain seperti DKI Jakarta dan beberapa provinsi lainnya.
Selain layanan kegawatdaruratan, Madas juga terlibat aktif dalam sektor kesehatan. Organisasi ini mengelola fasilitas klinik kesehatan yang bertujuan memberikan akses layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas, Madas menginisiasi berbagai program pelatihan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan masyarakat Madura.
Taufik menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus utama organisasi, karena dianggap sebagai fondasi penting dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Keanggotaan Madas sendiri berasal dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat dengan kondisi ekonomi yang masih terbatas.
">Keberagaman tersebut, menurut Taufik, justru menjadi kekuatan organisasi. Madas berupaya menjadi ruang kolaborasi agar setiap anggota dapat saling menopang dan berbagi peran sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui berbagai kegiatan sosial, kesehatan, dan pengembangan SDM, Madas berharap dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada organisasi kemasyarakatan.














