JAKARTA | Metaberita.com – Pernyataan resmi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, terkait isu pemberhentian Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, justru disampaikan melalui wawancara eksklusif dengan CNN Indonesia. Langkah tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan warga Nahdliyin mengenai mekanisme komunikasi dan etika organisasi di internal PBNU.

Sebagai Rais Aam, KH Miftachul Akhyar memiliki posisi tertinggi dalam struktur jam’iyyah NU yang secara moral dan organisatoris menjadi rujukan utama warga NU. Karena itu, sebagian kalangan menilai penyampaian sikap resmi organisasi semestinya dilakukan melalui saluran internal PBNU atau media milik NU sendiri agar pesan kelembagaan tersampaikan secara utuh dan tidak menimbulkan tafsir liar di ruang publik.

Pilihan CNN Indonesia sebagai medium penyampaian pernyataan juga menjadi sorotan tersendiri. CNN Indonesia diketahui berada di bawah naungan CT Corp, sebuah korporasi media yang dalam beberapa momentum sebelumnya kerap dikritik oleh sebagian warga NU karena dianggap kurang sensitif terhadap tradisi pesantren dan kultur Nahdlatul Ulama. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan resistensi psikologis di akar rumput NU.

Di tengah polemik internal PBNU yang belum sepenuhnya mereda, publik menilai komunikasi elite organisasi menjadi faktor krusial dalam menjaga marwah jam’iyyah. Ketika pernyataan penting disampaikan melalui media eksternal tanpa terlebih dahulu dikonsolidasikan secara terbuka di internal, muncul kekhawatiran bahwa pesan tersebut lebih bersifat personal daripada representasi kolektif organisasi.