PAMEKASAN, Metaberita.com – Aktivitas warga di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, nyaris lumpuh setelah fenomena tanah bergerak merusak permukiman dan menutup akses jalan desa. Peristiwa ini memaksa sebagian warga menghentikan aktivitas harian dan memilih mengungsi demi keselamatan.

Pergerakan tanah yang terjadi tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengancam struktur tanah di sekitarnya. Retakan besar muncul di sejumlah titik, menandakan kondisi tanah yang masih belum stabil. Situasi tersebut membuat warga hidup dalam kekhawatiran, terutama saat hujan turun.

Wilayah terdampak meliputi dua dusun, yakni Dusun Barat Gunung dan Dusun Paseset Timur. Di Dusun Barat Gunung, beberapa rumah warga mengalami kerusakan serius. Salah satunya adalah rumah milik Moh Ali Hosnan yang bagian dapurnya rusak berat akibat retakan tanah yang memanjang dan cukup dalam.

Dampak yang lebih luas dirasakan warga Dusun Paseset Timur. Di kawasan ini, belasan rumah terdampak langsung oleh pergerakan tanah. Sebagian bangunan mengalami kerusakan struktural yang cukup parah sehingga tidak lagi aman untuk dihuni.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak tiga belas kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat tinggal sementara. BPBD Pamekasan mencatat, total rumah dengan tingkat kerusakan berat mencapai sepuluh unit.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luas area yang mengalami pergerakan tanah mencapai ribuan meter persegi. Kondisi ini dinilai berpotensi meluas jika cuaca ekstrem kembali terjadi.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia meminta masyarakat mematuhi imbauan untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi rawan.

">

“Kondisi tanah masih bergerak dan sangat berisiko. Kami minta warga menghindari lokasi terdampak dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya, Sabtu, 17/01/2026.

Selain berdampak pada permukiman, pergerakan tanah juga menyebabkan jalan desa tidak dapat dilalui. Akses yang tertutup ini menyulitkan mobilitas warga serta distribusi bantuan ke lokasi terdampak.

BPBD Pamekasan terus melakukan pemantauan dan mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan, guna mencegah terjadinya korban jiwa.