Gedung SDN Tlagah 2 Bangkalan Ambruk Bertahap, Siswa Terpaksa Belajar di Teras Warga
BANGKALAN, Metaberita.com – Kondisi bangunan SD Negeri Tlagah 2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kian mengkhawatirkan. Dalam dua hari berturut-turut, sejumlah ruang di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Setelah plafon ruang kelas V dan VI dilaporkan roboh pada Senin, kerusakan kembali terjadi pada Selasa pagi. Kali ini, bagian atap ruang guru serta ruang kelas IV ikut ambruk dan menyebabkan aktivitas sekolah nyaris terhenti total.
Insiden terbaru itu terjadi ketika guru dan siswa hendak memulai kegiatan pembelajaran. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, bangunan tiba-tiba runtuh dan membuat suasana panik karena material bangunan berserakan di dalam ruangan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi tersebut menimbulkan trauma dan kekhawatiran, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik yang berada di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah menyebut, rusaknya bangunan disebabkan usia gedung yang sudah tua dan kondisi struktur yang rapuh. Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang pada malam sebelumnya turut memperparah keadaan bangunan sekolah.
Tak hanya ruang yang telah runtuh, beberapa kelas lain juga dinilai berada dalam kondisi tidak aman. Ruang kelas I, II, dan III disebut mengalami kerusakan serius dan berpotensi membahayakan keselamatan jika tetap digunakan.
Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Korwil Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, serta berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mencari solusi sementara.
Akibat keterbatasan ruang, kegiatan belajar terpaksa dialihkan ke teras rumah warga di sekitar sekolah. Langkah darurat itu diambil agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun dalam kondisi serba terbatas.
">“Sekolah sudah tidak layak ditempati. Demi keselamatan, kami memanfaatkan teras rumah warga agar anak-anak tetap bisa belajar,” ujar Fatmawati saat ditemui di lokasi.
Di tengah keterbatasan tersebut, harapan juga disampaikan para siswa. Salah satunya Rosid, siswa kelas IV, yang berharap perhatian pemerintah pusat agar sekolahnya segera diperbaiki. Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 240 orang, pihak sekolah mendesak pemerintah daerah segera melakukan pembangunan ulang agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara layak dan aman.













