Jawa Timur Terdepan dalam Program Sekolah Rakyat, 26 Titik Resmi Beroperasi
Metaberita.com – Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) menjadi angin segar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini terhalang biaya untuk mengakses pendidikan layak. Program nasional ini membuka jalan bagi generasi muda dari lapisan ekonomi terbawah agar tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sebagai institusi pendidikan formal, melainkan sebagai ruang pembentukan sumber daya manusia yang utuh. Negara hadir secara nyata dengan memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memperoleh hak pendidikan yang setara, inklusif, dan bermartabat di tengah masih lebarnya jurang kesenjangan sosial.
Keunggulan SR terletak pada pendekatan pendidikannya yang menyeluruh. Kurikulum tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Model ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang adaptif dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Seluruh kebutuhan pendidikan siswa Sekolah Rakyat ditanggung oleh negara. Mulai dari biaya sekolah, seragam, perlengkapan belajar, hingga dukungan gizi harian disediakan secara penuh. Fasilitas pendukung yang memadai serta tenaga pendidik yang berkomitmen menjadi fondasi utama dalam menjaga mutu pembelajaran di setiap titik layanan.
Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi instrumen penting dalam memastikan program ini tepat sasaran. Melalui data terintegrasi tersebut, Sekolah Rakyat difokuskan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sehingga risiko salah sasaran dapat diminimalkan sejak awal.
Di Jawa Timur, Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan paling signifikan secara nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa hingga awal 2026, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi di wilayahnya. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penyelenggaraan SR terbanyak di Indonesia, dengan total 2.450 siswa yang telah terlayani.
Khofifah menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi cepat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam merespons program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kesiapan fasilitas serta kecepatan administrasi menjadi faktor penting dalam percepatan operasional sekolah di berbagai daerah Jawa Timur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan operasional 166 titik Sekolah Rakyat di 34 provinsi sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan 104 gedung permanen di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Presiden mengapresiasi keterlibatan aktif pemerintah daerah yang dinilai berani mengambil langkah terobosan dalam memperluas akses pendidikan.
">Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, secara nasional Sekolah Rakyat kini menampung lebih dari 14.800 siswa dengan pendampingan ribuan guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi investasi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural yang telah berlangsung lintas generasi.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan lagi privilese bagi kelompok mampu, melainkan hak dasar seluruh warga negara. Program ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan mobilitas sosial, mengubah anak-anak dari keluarga rentan menjadi sumber daya unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.














