Tuntut Penegakan Hukum, Aksi Mahasiswa di Polres Bangkalan Berakhir Ricuh
BANGKALAN, Metaberita.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Geger menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bangkalan, Selasa siang. Kedatangan mereka membawa sejumlah tuntutan yang dinilai mendesak, terutama terkait situasi keamanan dan penegakan hukum di wilayah Bangkalan.
Aksi tersebut awalnya berlangsung tertib. Mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian di depan pintu masuk Mapolres dengan pengawalan aparat kepolisian. Namun situasi berubah ketika massa mencoba mendekat ke area dalam kepolisian.
Ketegangan tak terhindarkan. Dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat terjadi hingga berujung bentrok fisik. Dalam insiden tersebut, dua mahasiswa dilaporkan mengalami luka memar di bagian wajah dan leher akibat benturan saat kericuhan berlangsung.
Kericuhan itu menuai sorotan karena terjadi di tengah tuntutan publik agar aparat kepolisian menjadi penjaga keamanan dan pengayom masyarakat. Alih-alih meredam situasi, bentrokan justru memperlihatkan eskalasi konflik antara aparat dan massa aksi.
Dalam tuntutannya, mahasiswa menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal yang hingga kini dinilai masih beroperasi tanpa hambatan hukum. Mereka menilai penegakan hukum terhadap praktik tambang tanpa izin di Bangkalan berjalan lamban dan terkesan dibiarkan.
Aktivitas tambang ilegal tersebut disebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. Mahasiswa mempertanyakan ketimpangan penegakan hukum, di mana pelanggaran kecil cepat ditindak, sementara pelanggaran besar seolah luput dari perhatian.
Selain isu tambang, massa aksi juga mendesak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap kasus begal dan pencurian kendaraan bermotor yang kian marak. Kondisi keamanan jalanan Bangkalan, terutama pada malam hari, dinilai semakin mengkhawatirkan.
Situasi mulai mereda setelah Kapolres Bangkalan yang baru menjabat dua hari, AKBP Wibowo, turun langsung menemui massa. Di hadapan mahasiswa, ia menyampaikan komitmen untuk menampung seluruh aspirasi dan melakukan evaluasi menyeluruh demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
">Koordinator lapangan aksi, Rohmatulloh Sidik, menyatakan bahwa mahasiswa masih memberi kesempatan kepada kepolisian untuk membuktikan komitmennya. Namun ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti secara nyata, mahasiswa siap kembali turun ke jalan.
Ia menutup dengan pernyataan tegas bahwa mahasiswa akan terus mengawal penegakan hukum di Bangkalan. Menurutnya, selama hukum masih dirasakan tidak adil, suara mahasiswa akan terus hadir sebagai pengingat bahwa harapan publik belum sepenuhnya terjawab.













