KUDUS, Metaberita.com || Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan sekolah pada Rabu (28/1/2026).

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 521 siswa mengalami keluhan kesehatan dengan gejala beragam, mulai dari mual, muntah, hingga diare. Dari jumlah tersebut, sekitar 117 siswa harus mendapatkan penanganan medis lanjutan di sejumlah rumah sakit, sementara lainnya menjalani perawatan secara mandiri di rumah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, menyampaikan bahwa para siswa yang dirujuk tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Kudus, termasuk rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan tidak lama setelah makanan MBG dikonsumsi. Pihak sekolah menyebutkan bahwa laporan awal justru datang dari sejumlah guru, sebelum kemudian keluhan serupa dialami oleh para siswa dalam jumlah besar.

Wakil Kepala SMA Negeri 2 Kudus Bidang Kehumasan, Dwiyana, menjelaskan bahwa menu MBG yang diterima sekolah pada hari kejadian berupa soto ayam suwir, tempe, dan tauge, yang disalurkan oleh SPPG Purwosari. Setelah muncul laporan gangguan kesehatan, pihak sekolah segera melakukan pendataan internal serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dari total 1.177 siswa dan 98 guru serta tenaga kependidikan, ratusan orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian besar siswa memilih beristirahat di rumah, sementara puluhan lainnya harus menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penelusuran. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan faktor pemicu kejadian tersebut.

Sementara itu, pihak SPPG Purwosari telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat atas kejadian tersebut. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab serta melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

">