Khotmil Quran Awali Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion di Malang
Malang, Metaberita.com – Rangkaian Mujahadah Kubro dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, diawali dengan agenda spiritual yang sarat makna dan kekhusyukan.
Kegiatan diawali dengan Khotmil Quran 99 khataman yang dimulai tepat pada pukul 00.00 WIB, Minggu (8/2/2026). Ribuan jemaah NU dari berbagai daerah tampak telah memenuhi kawasan stadion sejak Sabtu malam, mengikuti prosesi khataman Al-Qur’an dengan tertib dan penuh penghayatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari tengah lapangan hingga ke tribun Stadion Gajayana. Para jemaah duduk berkelompok sesuai pembagian khataman, membaca Al-Qur’an secara serempak dalam suasana yang tenang dan khidmat. Meski hujan gerimis sempat turun, tidak mengurangi semangat dan kekhusyukan peserta mujahadah.
Khotmil Quran tersebut menjadi pembuka rangkaian doa dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Agenda ini dipandang sebagai ikhtiar spiritual warga Nahdliyin dalam menyambut satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Usai Khotmil Quran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat malam berjemaah sekitar pukul 02.00 WIB. Ribuan jemaah berdiri rapat membentuk saf panjang, menunaikan ibadah dengan penuh kekhusyukan di bawah langit malam Kota Malang.
Salat malam tersebut menjadi momentum munajat bersama, memohon keberkahan, keselamatan bangsa, serta kekuatan bagi NU agar terus berkhidmah untuk umat dan negara. Suasana hening dan khusyuk begitu terasa, menyatukan jemaah dari berbagai latar belakang daerah dalam doa yang sama.
Rangkaian Khotmil Quran dan salat malam ini menjadi fondasi spiritual menjelang puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang digelar pada Minggu pagi. Agenda tersebut sekaligus menegaskan jati diri Nahdlatul Ulama yang menempatkan doa, dzikir, dan kekuatan spiritual sebagai landasan utama perjuangan sosial dan kebangsaan. (BU/Metaberita)















Tinggalkan Balasan