500 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Masih Dirawat
Metaberita.com – Sidoarjo, Sebanyak 500 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9) siang.
Menu MBG yang disantap para santri terdiri dari nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel. Salah seorang santri mengaku merasakan keanehan pada makanan, khususnya menu sayur yang disebut terasa asam.
Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah santri mulai mengalami keluhan seperti mual, lemas, dan pusing. Ratusan santri kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Dari sekitar 500 santri yang mendapat penanganan, sebanyak 320 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 65 santri masih menjalani rawat inap dan 115 lainnya masih dalam tahap observasi.
RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang menangani pasien terbanyak, yakni 334 santri. Dari jumlah tersebut, 239 pasien telah dipulangkan, 92 pasien masih menjalani observasi, dan tiga pasien masih menjalani rawat inap.
Penanganan juga dilakukan di sejumlah rumah sakit lainnya, yakni RS Siti Hajar sebanyak 74 pasien, RS Aisyiyah Siti Fatimah 47 pasien, RS Delta Surya 20 pasien, RS Pusura 13 pasien, RS Pusdik Bhayangkara Porong 8 pasien, RS Arafah Anwar Medika 3 pasien, serta RS Anwar Medika 1 pasien.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan tidak ada korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin yang memasok makanan MBG ke sejumlah sekolah dan Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
Sampel makanan yang dikonsumsi para santri telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan pada ratusan santri.
Hingga kini, penyebab kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut. (*)
">


Tinggalkan Balasan