Kecam Pernyataan Partai Anak Nahdliyin, Sekjend PP GPD; Nahdliyin Bukan Ladang Suara
SURABAYA, Metaberita.com – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Desa (PP GPD), Bakrie Irawan mengecam pernyataan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan tentang statementnya yang mengklaim bahwa PAN adalah kepanjangan dari “Partai Anak Nahdliyin”.
Sekjend PP GPD, Bakrie Irawan menegaskan bahwa Nahdliyin bukan ladang suara. “Jangan jadikan NU sebagai ladang suara untuk kepentingan tertentu”. tegasnya, Minggu (6/92026).
Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, yang mendesak adanya keterbukaan terkait mekanisme evaluasi, penempatan hingga pemindahan tenaga pendamping desa. Menurutnya, semakin besar kewenangan yang dimiliki pemerintah, semakin tinggi pula tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas.
“Kami mendukung penuh sikap Ketua PW GP Ansor Jatim. Penempatan maupun pemindahan tenaga pendamping desa harus memiliki dasar, mekanisme, dan indikator yang jelas. Jangan sampai ada kader atau pendamping yang merasa diperlakukan tidak adil tanpa penjelasan,” ujarnya.
Menurutnya, tenaga pendamping desa memiliki peran penting karena bekerja langsung bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa.
Karena itu, Bakrie mendorong Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) membuka mekanisme evaluasi, penempatan, hingga pemindahan pendamping desa secara transparan.
Ia meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menjelaskan secara terbuka mekanisme evaluasi, penempatan, serta pemindahan tenaga pendamping desa.
“Desa tidak boleh menjadi ruang kompromi kepentingan politik. Pendamping desa harus dinilai berdasarkan kinerja, kompetensi, kebutuhan wilayah, dan aturan. Bukan karena kedekatan ataupun afiliasi,” pungkas Bakrie. (*)
">


Tinggalkan Balasan