Aktivis KOPRI Sumenep Kecam Kekerasan Seksual di Kecamatan Rubaru
Metaberita.com SUMENEP Aktivis Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Sumenep mengecam keras dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
KOPRI menilai kejadian tersebut menjadi alarm bagi masyarakat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Sumenep bahwa ruang aman bagi perempuan dan anak masih perlu terus diperkuat.
“Kekerasan seksual yang terjadi di Kecamatan Rubaru merupakan alarm bagi masyarakat dan P3A di Kabupaten Sumenep bahwa ruang aman bagi perempuan dan anak masih belum sepenuhnya aman,” ujar perwakilan KOPRI.
Sebagai organisasi perempuan di tubuh PMII, KOPRI menegaskan bahwa perlindungan dan pemulihan korban serta penegakan hukum terhadap pelaku harus menjadi perhatian utama.
KOPRI juga mendorong pihak berwenang agar segera melakukan proses hukum terhadap terduga pelaku secara profesional dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami meminta pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan hukuman yang seadil-adilnya apabila pelaku terbukti bersalah sesuai amanat undang-undang,” tegasnya.
KOPRI turut mengimbau perempuan dan anak yang mengalami atau mengetahui adanya kekerasan seksual agar tidak takut untuk mencari perlindungan dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
“Ketika kekerasan seksual serupa kembali terjadi, jangan sungkan untuk mencari perlindungan. Jangan takut untuk melapor kepada pihak yang berwajib, karena keselamatan lebih berharga dari apa pun,” lanjutnya.
KOPRI Kabupaten Sumenep berharap kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak kembali terjadi. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.
">


Tinggalkan Balasan